Dugaan Permufakatan Jahat Mark Up Klaim Dana BPJS Kesehatan Oleh RS Efarina Akhirnya Dipolisikan

- Penulis

Senin, 24 Juni 2024 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nawasenanews.com-Pematangsiantar || Berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Personil Poldasu terhadap Ketua IDI Siantar-Simalungun dr. Reinhard Sihombing atas laporan tindak pemerasan terhadap Direktur RS Efarina Kota Pematangsiantar dr. Predy Roy Suranta Ginting beberapa waktu lalu.

Dua dokter yang bertugas di RS Efarina menjadi korban pemecatan karena diduga telah membocorkan data perawatan pasien yang digunakan untuk memark up klaim dana BPJS Kesehatan.

Sayangnya oleh pihak Poldasu akhirnya kasus tersebut di SP3 kan dengan alasan tidak terdapat unsur kerugian keuangan negara dengan menyebut aksi pemerasan dilakukan akibat pengurusan ijin praktek dokter dan para pihak telah melakukan perdamaian.

Seorang praktisi hukum Roy Y. Simangunsong, SH yang juga terlibat dalam pendampingan salah seorang dokter yang dipecat akibat kasus ini, Senin (24/6/2024) mengatakan adanya permufakatan jahat dalam kasus ini.

Menurut Roy, kliennya sempat dimintai keterangan di Polda terkait dugaan manipulasi data untuk mark up klaim dana BPJS seperti data penyakit pasien serta kelas rawat inap dan lainnya. Hal tersebut telah jelas-jelas upaya menggerogoti keuangan negara via dana klaim BPJS.

Baca Juga:  DHC Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Pematangsiantar Berkomitmen Jaga Semangat Juang 45

“Anehnya, oleh Poldasu keluarkan SP3 atas kasus tersebut, ini jelas tercium adanya permufakatan jahat antara pelapor (pihak RS Efarina), terlapor dan pihak Poldasu serta pihak BPJS Kesehatan Kota Pematangsiantar,” ujar Roy.

Dari kronologis awal terjadinya kasus OTT ini, oleh Roy memandang telah terjadi manipulasi BAP di Polda. Sementara sikap diam pihak BPJS Kesehatan atas kasus ini diduga kuat telah menerima upeti yang membuat nyaman dari pihak RS Efarina.

Tanpa menyebut secara rinci rangkaian dugaan permufakatan jahat tersebut, Roy mengatakan saat ini telah menyiapkan Dumas (pengaduan masyarakat) sebagai upaya pelaporan ke Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Mabes Polri. (Tim/Red)

Follow WhatsApp Channel nawasenanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Wesly Terima Audiensi Pemimpin Gereja di Kota Pematangsiantar
Polsek Sianțar Utara Tinjut Laporan Call Center 110, Cek Dugaan Percobaan Pencurian
Polres Pematangsiantar Respon Cepat Cek Laporan Keributan di Jalan Ahmad Yani
Polsek Siantar Martoba Hadiri Pemberian Bantuan Sembako kepada Petugas Kebersihan
Pastikan Kesiapan Personil, Pamatwil Polres Pematangsiantar cek di Pos Pam 1 Sigagak
Warga Pematangsiantar Desak Pemeriksaan Rutin Daging Babi, Dinas Pangan Tak Kunjung Respons
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi Gelar Buka Puasa Bersama BKM dan Ormas Islam, Perkuat Silaturahmi di Ramadan
Wali Kota Pematangsiantar bersama Forkopimda Kunjungi Pos Pengamanan Empat Pos Pam dan Pos Pelayanan Hari Raya Idul Fitri 
Berita ini 117 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:35 WIB

Wali Kota Wesly Terima Audiensi Pemimpin Gereja di Kota Pematangsiantar

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:34 WIB

Polsek Sianțar Utara Tinjut Laporan Call Center 110, Cek Dugaan Percobaan Pencurian

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:30 WIB

Polres Pematangsiantar Respon Cepat Cek Laporan Keributan di Jalan Ahmad Yani

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:27 WIB

Polsek Siantar Martoba Hadiri Pemberian Bantuan Sembako kepada Petugas Kebersihan

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:22 WIB

Pastikan Kesiapan Personil, Pamatwil Polres Pematangsiantar cek di Pos Pam 1 Sigagak

Berita Terbaru

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi saat menerima cenderamata dari RE Nainggolan selaku ketua Majelis Pendidikan Kristen.( Nawasenanews/ Ist)

Pematangsiantar

Wali Kota Wesly Terima Audiensi Pemimpin Gereja di Kota Pematangsiantar

Jumat, 27 Mar 2026 - 18:35 WIB