Nawasenanews.com-Pematangsiantar || Anggota DPRD dari Partai Nasdem Pematangsiantar Robin Manurung mengelak ketika dikonfirmasi terkait dugaan pemukulan mahasiswa saat unjuk rasa penolakan Undang-Undang (UU) TNI.
Hal ini tampak dari jawabannya kepada awak media saat dikonfirmasi melalui Whatsapp. Selasa (8/4/2025)
Semula Robin Manurung ketika dihubungi melalui WA menjawab bahwasanya dia berada di DPRD.
“Di kantor Dewan DPRD Siantar bang”, balas Robin melalui WA.
Saat awak media menjumpainya, Robin langsung berkata silahkan langsung tanya Ketua BKD DPRD Pematangsiantar, Ramses Manurung.
Mendengar jawaban tersebut awak media mempertegas maksud kedatangannya untuk konfirmasi langsung kepada Robin Manurung.
“Maaf pak, yang mau saya konfirmasi terkait Bapak diduga memukul Mahasiswa saat unjuk rasa penolakan Undang-Undang (UU) TNI, bukan Ketua BKD DPRD Pematangsiantar, Ramses Manurung”, namun Robin Manurung tetap mengelak untuk dikonfirmasi tentang hal itu.
Informasi yang diperoleh, Ramses mengakui telah mendapat informasi adanya pengaduan kepada Robin Manurung dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun (USI).
J. Hutasoit salah seorang warga Siantar menyatakan, tindakan anggota dewan Robin Manurung yang diduga memukul mahasiswa tidak menunjukan sikap seorang wakil rakyat.
” Ini sudah melukai warga Pematangsiantar. Sebaiknya pimpinan partai memberi sanksi tegas, bila perlu dilakukan Penggantian Antar Waktu (PAW), ” tutup J. Hutasoit.
Sebelumnya video dugaan pemukulan yang dilakukan Robin beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Robin mengarahkan tangannya ke arah perut salah seorang mahasiswa.
Ketika itu, Robin tengah berada di depan kantor Sekretariat DPRD Pematangsiantar memantau jalannya unjuk rasa. Namun tiba-tiba situasi ricuh, mahasiswa dan pihak kepolisian dibantu Satpol PP saling dorong.
Tiga orang mahasiswa diamankan, salah satunya diduga mendapat pukulan dari Robin saat dibawa ke kantor sekretariat. Dia juga terdengar meneriaki mahasiswa itu sambil berkata ‘masukin masukin’.
Robin diketahui telah dilaporkan BEM Fakultas Ekonomi USI ke BKD DPRD Pematangsiantar. Surat pengaduan disampaikan, Jumat (28/3/2025), dengan melampirkan potongan video pemukulan saat unjuk rasa lalu. (Mar)









