Nawasenanews.com – Simalungun | Dalam upaya menjaga kesehatan dan kesiapan tim pengamanan serta para petugas yang terlibat dalam proses rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2024 pada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bosar Maligas, Puskesmas Bosar Maligas melaksanakan kegiatan pengecekan kesehatan, yang berlangsung pada Selasa,(20/2/2024).
Inisiatif ini diambil setelah Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti pada Sabtu (17/02) menyatakan bahwa BPJS Kesehatan siap menjamin biaya pelayanan kesehatan para petugas Pemilihan umum (Pemilu) yang sakit sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Selama yang bersangkutan terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) aktif. Maka biaya berobatnya akan kami tanggung penuh sesuai prosedur,” kata Ghufron.
Seperti yang diketahui bahwa BPJS Kesehatan menjamin kesehatan para Petugas Pemilu dengan melakukan Skrining Riwayat Kesehatan dan Optimalisasi Kepesertaan Aktif Program JKN Bagi Petugas Penyelenggara Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024.
Hal ini ditindaklanjuti pula dengan arahan Kapolres Simalungun dalam Zoom Meeting, yang menekankan pentingnya pemeliharaan kondisi fisik semua pihak yang terlibat dalam kegiatan krusial ini.
Pada pemeriksaan kesehatan petugas penyelenggara Pemilu tersebut, dipusatkan di lokasi di Jalan Kapten Kahar Sinaga, Kelurahan Bosar Maligas, Kecamatan Bosar Maligas.
Kegiatan pengecekan ini mencakup pengukuran tensi dan kolesterol, serta menyediakan konsultasi kesehatan kepada berbagai pihak yang terlibat langsung dalam pemilu, termasuk personil Polri yang bertugas mengamankan rekapitulasi, petugas PPK, Petugas Panwas, dan saksi dari partai pemilu.
Kegiatan dijalankan dengan lancar dan dalam kondisi aman, ditandai dengan adanya laporan bahwa semua personel yang bertugas dalam keadaan sehat dan siap menjalankan tugas.
Pengecekan tersebut dilakukan sebagai upaya preventif guna memastikan bahwa proses rekapitulasi perhitungan suara di PPK Bosar Maligas dapat berlangsung tidak hanya aman dari gangguan keamanan, tapi juga didukung oleh kondisi fisik yang prima dari seluruh petugas yang bertugas.
Pada kesempatan itu, Kapolsek Bosar Maligas, AKP Restuadi.SH, menekankan pentingnya inisiatif ini sebagai bentuk tanggung jawab berbagai pihak dalam hal ini BPJS Kesehatan, KPU termasuk institusi kepolisian dan Dinas Kesehatan terhadap keberlangsungan proses demokrasi.
“Kesehatan petugas sangat krusial dalam mendukung kelancaran proses pemilu. Kami berterima kasih kepada Puskesmas Bosar Maligas yang telah melakukan pengecekan kesehatan ini, memastikan bahwa semua yang terlibat dalam kondisi fisik yang optimal,” ungkap AKP Restuadi.
Inisiatif semacam ini, sebut AKP Restuadi diharapkan dapat menjadi contoh bagi kecamatan lain dalam upaya bersama menjaga kesehatan dan kesiapan para petugas dan pengamanan dalam setiap tahapan pemilu, sehingga setiap proses dapat berlangsung secara lancar dan sukses.
Pada kesempatan berbeda, Humas BPJS Cabang Pematangsiantar Ilham mengatakan, pelayanan kesehatan prima serta jaminan atas biaya perawatan kesehatan berhak diterima para petugas Penyelenggara Pemilu karena pesta demokrasi ini merupakan hal yang krusial dan sesuai dengan arahan Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Gufron Mukhti.
“Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bersama (SEB) antara Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilihan Umum dan BPJS Kesehatan yang dikoordinir oleh Kantor Staf Presiden,” ujar Ilham, Rabu ,(21/2/2024).
Sementara itu berdasarkan catatan yang diperoleh dari BPJS Kesehatan Cabang Pematangsiantar tercatat ada 8 petugas penyelenggara Pemilu 2024 ( KPPS) di Kabupaten Simalungun dan 5 orang petugas KPPS Kabupaten Toba yang dirawat di RS maupun Puskesmas serta bidan dengan biaya gratis yang ditanggung oleh BPJS.
Menurut data para petugas KPPS yang sakit dan dirawat inap maupun rawat jalan tersebut berasal dari Tapian Dolok, Lorens AP Lumban Gaol yang dirujuk ke RS Efarina Etaham dengan diagnosis abdominal.Dari Puskemas Bandar Huluan, anggota KPPS Supriadi ( non JKN) yang dirawat Bidan karena kecelakaan kerja jatuh dari sepeda motor di jalan berlubang dan seluruh biaya pengobatan gratis, kemudian dari Puskesmas Tiga Runggu,Negeri Dolok, Ujung Padang dan Bandar Masilam masing – masing atas nama Besli Triboy Saragih dengan diagnosa Dyspepsia, Arifin Damanik,(Hypotensi), Maylika Ulfa,(Hypotensi dan Dyspepsia), serta Zainal Abidin Rambe ( Thypoid) Kemudian ada pula 2 petugas KPPS dari Tiga Dolok yakni Dosmawati Hutabalian dan Dortina Simamora yang dirawat dengan diagnosa Febris.
Sementara itu dari Kabupaten Toba ada 5 Petugas KPPS yang ditanggung biaya perobatannya oleh BPJS Kesehatan, yakni Selly Novelina Manurung dan May Endyana Sibuea dari Parmaksian dengan diagnosa Dyspepsia, Nurlin Tiurma Marpaung dari Borbor, Elperida Manurung dan Damenri Elfrida Simamora dari Lumbanlobu dengan diagnosa Hypotensi serta Vertigo. (Susan)









