Kadis Kesehatan Simalungun : Apoteker di Simalungun Tidak Memadai, Perlu Penambahan

- Penulis

Senin, 12 Juni 2023 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun Edwin Tony Simanjuntak.( Nawasenanews/ Ist)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun Edwin Tony Simanjuntak.( Nawasenanews/ Ist)

Nawasenanews.com – Simalungun |  Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Simalungun Edwin Tony Simanjuntak  mengatakan jumlah apoteker di Simalungun sangat minim, sehingga tidak memadai untuk pelayanan farmasi di Puskesmas se Kabupaten Simalungun sebagaimana amanat kementerian kesehatan.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Simalungun Edwin Tony Simanjuntak saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Seminar PD Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sumatera Utara di Niagara Hotel Parapat, Sabtu (10/6/2023).

Edwin Tony mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Puskesmas yang mempersyaratkan pelayanan farmasi di Puskesmas harus diberikan oleh seorang apoteker, jelas kebutuhan  apoteker di Simalungun  sangat minim, sementara apoteker yang ada di kabupaten Simalungun hanya ada 17 apoteker yang bertugas di 46 Puskesmas

“Artinya apoteker di Kabupaten Simalungun belum memadai dan sangat minim, untuk itu melalui Musyawarah Daerah ini, kami juga bermohon agar Kementerian Kesehatan memberikan dan menambah apoteker di Simalungun agar pelayanan kesehatan di Kabupaten Simalungun bisa berjalan lebih baik lagi kedepannya,” pinta Edwin Toni Simanjuntak.

Edwin juga mengatakan, bahwa Ikatan Apoteker Indonesia merupakan profesi resmi yang menaungi seluruh anggota Ikatan Apoteker Indonesia dan profesi apoteker sangat berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang obat-obatan.

Selain itu, sehut Edwin, profesi apoteker juga untuk menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat melalui penggunaan obat yang aman dan benar agar tidak terulang kembali seperti kasus gagal ginjal akut yang menggemparkan negara kita baru-baru ini.

Baca Juga:  Poli Mata dan Jantung Kini Sudah Ada di RSUD Parapat 

Kasus gagal ginjal akut yang sudah menggemparkan negara kita baru-baru ini banyak terjadi pada anak-anak dan saat itu, kementerian kesehatan mencatat dari 241 pasien menderita gagal ginjal di 22 provinsi terdapat 133 jiwa yang meninggal dunia diakibatkan adanya kandungan membahayakan yang disinyalir berasal dari beberapa jenis obat sirup.

“Disinilah keprofesionalan apoteker sangat dibutuhkan, karena sesuai dengan tugas dan fungsi apoteker adalah memastikan masyarakat memperoleh pengobatan nasional yang aman. Kemudian mengawasi kualitas dan keamanan mulai dari tahap produksi, distribusi dan penggunaannya,” ujarnya.

Ketua Umum Pengurus Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pusat Noffendri Roestam dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan, terkait dengan permintaan Kepala Dinas Kesehatan Simalungun Edwin Toni Simanjuntak, Noffendri Roestam mengaku akan meminta kementerian kesehatan supaya membantu di Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun dengan mendatangkan Apoteker dan Tenaga Kesehatan lainnya melalui penempatan khusus.

Dikatakannya pula bahwa Ikatan Apoteker Indonesia pusat telah menemui Wantimpres untuk meminta pembahasan RUU Kesehatan ditunda untuk sementara waktu.

Sementara itu, Musyawarah Daerah Seminar PD Ikatan Apoteker Indonesia Sumatera Utara ini diikuti Himpunan Serikat Farmasi Rumah Sakit, Himpunan Serikat Farmasi Puskesmas, Himpunan Serikat Farmasi Distributor dan Himpunan Serikat Farmasi Apotek dengan sejumlah peserta 411 orang

Turut hadir Ketua Umum Pengurus Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Agustama.( Susan)

 

 

 

 

Follow WhatsApp Channel nawasenanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musim Hujan dan Arus Mudik, Polres Simalungun Imbau Pengendara Tingkatkan Kewaspadaan Demi Keselamatan
Polres Simalungun Limpahkan Tersangka Korupsi Dana Desa Rp533 Juta ke Kejari
Kurang dari 3 Jam, Polsek Bangun Tangkap Pelaku Pembacokan Pelajar 17 Tahun di Simalungun
Bulan Ramadhan Penuh Berkah, TP PKK dan DWP Kabupaten Simalungun Berbagi Sembako
Kapolres Simalungun Cek Pos Pengamanan Operasi Ketupat Toba 2026, Pastikan Mudik Lebaran Aman
Bupati Simalungun Temui Mentan Andi Amran, Daerah Dapat Bantuan Bibit untuk 22 Ribu Hektare dan Cetak Sawah Baru
Pemkab Simalungun Bahas 10 Proyek Strategis 2026, Tambahan Dana TKD Rp412,93 Miliar
Kapolres Simalungun Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Toba 2026, 161.243 Personel Siap Amankan Mudik Idulfitri
Berita ini 264 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:22 WIB

Musim Hujan dan Arus Mudik, Polres Simalungun Imbau Pengendara Tingkatkan Kewaspadaan Demi Keselamatan

Selasa, 17 Maret 2026 - 23:27 WIB

Polres Simalungun Limpahkan Tersangka Korupsi Dana Desa Rp533 Juta ke Kejari

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:20 WIB

Kurang dari 3 Jam, Polsek Bangun Tangkap Pelaku Pembacokan Pelajar 17 Tahun di Simalungun

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:12 WIB

Bulan Ramadhan Penuh Berkah, TP PKK dan DWP Kabupaten Simalungun Berbagi Sembako

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:59 WIB

Kapolres Simalungun Cek Pos Pengamanan Operasi Ketupat Toba 2026, Pastikan Mudik Lebaran Aman

Berita Terbaru