Pematang Siantar | Ada lima komoditas dominan selama Februari 2023 yang menjadi penyumbang inflasi dan deflasi. Untuk komoditas penyumbang inflasi yakni bawang merah, beras, rokok kretek filter, udang basah, dan buah naga. Sedangkan komoditas penyumbang deflasi yakni daging ayam ras, ikan asin teri, tomat, ikan dencis, dan wortel.
Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kota Pematang Siantar Teuku Munandar pada acara High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematang Siantar di Ruang Rapat Lantai 4, Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematang Siantar, Rabu (29/03/2023).
Dalam kesempatan itu Teuku Munandar menyatakan bahwa Kota Pematang Siantar termasuk kota yang bisa mengendalikan inflasi.
Sementara itu, Wali Kota Pematang Siantar mengatakan perlunya perhatian bersama semua pihak tentang ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok agar tidak memicu masalah yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga di bulan Ramadhan dan Hari Raya Idhul Fitri.
Dengan begitu, dr Susanti berharap kegiatan ini menjadi wadah koordinasi untuk menentukan langkah-langkah antisipasi yang perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan tersebut.
Disebutkan,TPID harus melakukan intervensi mengecek gudang gudang penyimpanan bahan pokok , inspeksi mendadak (Sidak) pasar , atau kegiatan lainnya yang dapat mengendalikan inflasi di Kota Pematang Siantar.
dr Susanti juga mengatakan, TPID juga harus kerja keras memantau barang-barang sembako agar tidak terjadi kelangkaan dan memantau kelancaran arus lalu lintas, serta berbagai hal lainnya.
“Sudah menjadi tugas kita memantau perkembangan harga komoditas, terutama harga pangan. Melakukan koordinasi dan pengecekan harga barang di pasar, dengan maksud agar pengendalian harga dapat dipantau secara continue,” tutur dr Susanti.
Masih kata dr Susanti, kegiatan rapat ini sangat strategis, sebagai wujud sinergi dan komitmen bersama dalam rangka menjaga tingkat inflasi, juga sebagai salah satu prasyarat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkesinambungan.
“Digelarnya pertemuan ini untuk lebih memperkuat koordinasi dan sinergi seluruh stakeholder dalam menjaga tingkat inflasi,” sebutnya.
dr Susanti juga menyampaikan beberapa hal pada acara yang juga dihadiri Kapolres Pematang Siantar AKBP Fernando SH SIK, pihak
Kejaksaan Negeri Kota Pematang Siantar, dan Perum Bulog Pematang Siantar, dan sejumlah kepala OPD Pemko Pematang Siantar.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pematang Siantar Zulfan dalam pemaparannya menuturkan, inflasi Februari 2023 Kota Pematang Siantar -0,04 persen.
Dari lima kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara (Sumut), inflasi tertinggi di Padang Sidempuan (0,42 persen), inflasi terendah Kota Sibolga (0,32 persen). (Susan)









