Nawasenanews.com-Pematangsiantar || Beberapa orang tua murid sangat kecewa kepada Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar terkait kutipan uang untuk pembelian buku Bupena yang tidak ada tindakan kepada SMP S Cinta Rakyar 1 Jl. Sibolga.
Salah seorang orang tua murid berinisial U Rabu (8/10/2025) kepada awak media menyatakan, sekolah mengeluarkan surat resmi No surat 266/U.4/SMP-CR.1/2025, Selasa 22 Juli 2025 yang berisi tentang pungutan uang untuk pengadaan buku pegangan siswa (Bupena), Kelas VII (Rp272 Ribu) Kelas VIII (Rp242 Ribu) dan IX (Rp246 Ribu).
Sebelumnya juga terkait keluhan orang tua murid terhadap SMP S CR 1 yang mengutip uang ke siswa untuk pembelian buku anggota DPRD angkat bicara.
Anggota DPRD Kota Pematangsiantar yang membidangi pendidikan Komisi II, Metro B. Hutagaol saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu menyatakan, Kadis Pendidikan Kota Pematangsiantar harusnya melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan dana Bantuan Operasional sekolah (BOS).
Lebih lanjut Metro menjelaskan, terkait adanya informasi bahwa sekolah SMP S CR 1 melakukan pengutipan uang untuk pembelian buku, dinas pendidikan harus segera mengecek informasi tersebut. Disebutkan, jika informasi itu benar maka Dinas Pendidikan sebaiknya mengambil tindakan tegas, dan ini harus dilakukan agar dana BOS dalam penggunaannya tepat sasaran.
jika informasi itu benar maka Dinas Pendidikan sebaiknya mengambil tindakan tegas,” tukas Metro yang merupakan kader Demokrat.
Metro juga mengomentari terkait informasi tahun 2024 SMP S CR 1
dengan jumlah murid 1.066 yang memperoleh dana BOS sebesar Rp1 M lebih, namun tidak tepat sasaran.
Kalau ada Dana BOS Rp1 M, sedangkan pengunaan atau alokasi untuk pengembangan perpustakaan dan /atau layanan pojok baca hanya Rp81 juta lebih, tetapi kemudian dana dialokasi untuk pembayaran honor guru Rp230 juta lebih, ini sudah tidak cocok,” tukas Metro.
“Ini menunjukan tugas dinas pendidikan sebagai pengawasan luput, DPRD meminta dinas benar benar melakukan koordinasi dan memeriksa pengelolaan dana BOS semua sekolah,” tutur Metro menambahkan. (Tim)









