Nawasenanews.com, Simalungun – Dengan pengawasan yang ketat dan profesional, personel Polres Simalungun memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pembantu Pelaksana Gizi (SPPG) berjalan sesuai prosedur dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Sejak Selasa, 4 November 2025, monitoring intensif dilakukan saat pendistribusian 1.803 porsi makanan bergizi kepada siswa di tujuh sekolah. Hal ini membuktikan keseriusan Polri dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi generasi penerus bangsa.
Kepala Satuan Intelkam Polres Simalungun, IPTU Rido V. Pakpahan, S.Kom., M.H., saat dikonfirmasi pada Rabu, 5 November 2025 sekitar pukul 09.10 WIB, memberikan penjelasan lengkap tentang pelaksanaan monitoring tersebut. “Polri hadir untuk masyarakat. Kami melakukan monitoring yang sangat ketat untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan dengan baik dan sesuai prosedur atau SOP yang sudah diterapkan. Tidak ada kompromi dalam hal keamanan makanan untuk anak-anak,” ujar IPTU Rido V. Pakpahan dengan penuh tanggung jawab.

Kegiatan monitoring dan pendistribusian MBG dilaksanakan dari Selasa hingga Rabu, 4–5 November 2025, dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Lokasi pelaksanaan berada di Kantor Satuan Lalu Lintas Jalan Asahan Kilometer VII, Nagori Lestari Indah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, yang dijadikan sebagai pusat koordinasi dan distribusi program MBG.
Pelaksanaan program ini memiliki landasan hukum yang kuat dan jelas, yaitu Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Surat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang petunjuk pelaksanaan program MBG di lingkungan Polri, serta surat terkait percepatan pencapaian target SPPG Polri.
“Pelaksanaan program ini memiliki dasar hukum yang kuat, termasuk Surat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor B/2610/II/WAS./2025/ITWASUM tanggal 4 Februari 2025 dan surat percepatan pencapaian target SPPG Polri. Ini menunjukkan keseriusan Polri dalam mendukung program pemerintah,” ungkap Kasat Intelkam mengenai landasan pelaksanaan program.
Pada Selasa, 4 November 2025 sekitar pukul 08.00 WIB, pendistribusian hari pertama program MBG pada SPPG Polres Simalungun resmi berlangsung. Namun, sebelum makanan didistribusikan kepada para siswa, ada tahapan krusial yang harus dilalui untuk menjamin keamanan dan kualitas makanan.
Sebelum pendistribusian MBG dilakukan, pengecekan makanan terlebih dahulu dilaksanakan secara menyeluruh dan teliti oleh Tim Sie Dokkes Polres Simalungun yang berfungsi sebagai Food Safety di SPPG Polres Simalungun. Tim yang dipimpin langsung oleh dr. Serovenesia Banjarnahor melakukan pemeriksaan detail untuk memastikan setiap menu yang disalurkan aman dan sehat untuk dikonsumsi siswa.
“Tim Sie Dokkes yang dipimpin oleh dr. Serovenesia Banjarnahor melakukan pengecekan makanan dengan sangat teliti untuk memastikan MBG yang disalurkan aman dan sehat untuk dikonsumsi siswa. Ini adalah tahapan yang tidak boleh dilewatkan,” ucap IPTU Rido menjelaskan pentingnya tahap pemeriksaan makanan.
Menu yang diperiksa pada hari pertama distribusi meliputi nasi putih, ikan nila saus mentega, tempe orak-arik, sayur capcai, dan pisang barangan. Pemeriksaan dilakukan secara organoleptik yang mencakup aspek bentuk, bau, rasa, dan warna makanan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa semua aspek dalam kondisi normal dan layak dikonsumsi.
“Hasil pemeriksaan organoleptik menunjukkan bentuk, bau, rasa, dan warna semua menu dalam kondisi normal. Ini memastikan makanan layak dan aman untuk dikonsumsi anak-anak,” jelas IPTU Rido V. Pakpahan menegaskan hasil pemeriksaan.
Setelah lolos pemeriksaan, pendistribusian MBG dilakukan secara bertahap dalam tiga trip untuk memastikan makanan sampai kepada siswa dalam kondisi masih hangat dan segar. Trip pertama dimulai pukul 08.15 WIB, dilanjutkan trip kedua pada pukul 09.30 WIB, dan trip ketiga pada pukul 11.25 WIB. Sistem distribusi bertahap ini dirancang untuk menjaga kualitas makanan tetap optimal.
“Pendistribusian dilakukan secara bertahap dalam tiga trip untuk memastikan makanan sampai ke siswa dalam kondisi terbaik. Ini adalah bagian dari SOP yang kami terapkan dengan ketat,” ungkap Kasat Intelkam menjelaskan strategi distribusi.
Pada hari pertama, sebanyak 1.803 porsi makanan bergizi berhasil disalurkan ke tujuh sekolah di wilayah Kecamatan Siantar. Rincian distribusinya meliputi SDN 091255 sebanyak 165 porsi, SDN 095550 sebanyak 302 porsi, SDN 097323 sebanyak 76 porsi, SDN 097522 sebanyak 198 porsi, SDN 098166 sebanyak 250 porsi, SDN 091257 sebanyak 49 porsi, dan SMPN 1 Siantar sebanyak 763 porsi.
Hasil monitoring yang dilakukan personel Polres Simalungun di sekolah-sekolah menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG pada SPPG Polres Simalungun berlangsung dengan aman dan baik. Tidak ditemukan kendala berarti dalam proses distribusi maupun konsumsi makanan oleh para siswa.
“Hasil monitor di sekolah-sekolah menunjukkan pelaksanaan MBG berlangsung dengan aman dan baik. Para siswa menerima makanan dengan antusias dan tidak ada keluhan,” ucap IPTU Rido melaporkan hasil monitoring lapangan.
Menurut Kepala SPPG Polres Simalungun, Nurul Fitri Manda, S.E., tahap kedua ini melayani penyaluran di enam sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama dengan total 1.803 porsi. Penyaluran penuh yang akan mencakup sembilan sekolah dengan lebih dari 3.800 siswa baru akan dilakukan pada 10 November 2025.
“Menurut Kepala SPPG Polres Simalungun, Nurul Fitri Manda, penyaluran penuh yang mencakup sembilan sekolah akan dimulai pada 10 November 2025. Saat ini kita masih dalam tahap kedua,” ungkap IPTU Rido menyampaikan informasi dari kepala SPPG.
Secara keseluruhan, sembilan sekolah yang akan menerima manfaat MBG meliputi SMAN 1 Siantar dengan 1.037 siswa, SMKN 1 Siantar dengan 1.048 siswa, SMPN 1 Siantar dengan 763 siswa, dan enam sekolah dasar dengan total 1.040 siswa. Total program ini akan menjangkau 3.888 siswa di Kabupaten Simalungun.
Yang terpenting, hasil monitoring menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG pada SPPG Polres Simalungun berlangsung dengan aman dan baik tanpa ditemukannya kasus keracunan makanan, makanan tidak layak konsumsi, atau masalah kesehatan lain yang membahayakan siswa.
“Pada hari ini pelaksanaan MBG berlangsung dengan aman dan baik. Tidak ditemukan kasus keracunan makanan, makanan tidak layak konsumsi, atau masalah apa pun. Ini adalah hasil dari monitoring ketat yang kami lakukan,” jelas IPTU Rido V. Pakpahan dengan bangga.
Kasat Intelkam menegaskan bahwa semua proses dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Kebersihan serta keamanan makanan tetap terjaga dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan, pemeriksaan, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah.
“Semua proses dilakukan sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan. Kebersihan serta keamanan makanan tetap terjaga dalam setiap tahapan. Ini adalah komitmen kami yang tidak bisa ditawar,” ungkap IPTU Rido menegaskan komitmen Polres Simalungun.
Menutup keterangannya, Kasat Intelkam Polres Simalungun menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan distribusi MBG akan terus dilaksanakan dengan standar yang sama atau bahkan lebih baik di masa mendatang.
“Selanjutnya, kegiatan ini akan terus dilaksanakan dengan monitoring yang ketat agar Makanan Bergizi Gratis yang dibagikan tetap terjamin mutu dan gizinya. Makanan ini dapat disajikan kepada anak-anak penerima manfaat untuk masa depan bangsa yang lebih baik, menuju Indonesia Emas. Polri akan terus konsisten dalam mendukung program ini,” pungkas IPTU Rido V. Pakpahan. (Sun/*)
Editor: Susan









