Nawasenanews.com – Simalungun | Bunda Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) Kabupaten Simalungun, Ny. Ratnawati Radiapoh Hasiholan Sinaga mengimbau dan mengingatkan kepada Guru dan Kepala Sekolah SD agar siswa kelas 1 tidak boleh dipaksa pandai membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) dikarenakan masih pada masa transisi atau peralihan dari PAUD ke tingkat SD.
Hal ini diungkapkannya saat pelaksanaan kegiatan nasional Gebyar Sekolah Sehat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dengan menggelar senam massal pelajar yang dipusatkan di lapangan SMP Nageri 1 Pematang Raya, Simalungun, Sumut, Jumat (28/7/2023).
Dikatakan Ratnawati, KSS sebagai salah satu upaya meningkatkan status kesehatan sekolah dan kesehatan peserta didik, sehingga diharapkan melalui kegiatan KSS akan menjadi gerakan yang masif, besar dan berkelanjutan serta fokus di satuan pendidikan.
Disebutkan pula bahwa kegiatan nasional ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Kabupaten Simalungun, sebagai salah satu upaya Kampanye Sekolah Sehat (KSS) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).
Secara bersama-sama KSS ini diharapkan terus menerus dilakukan oleh semua pihak mulai dari pemerintah pusat sampai ke daerah, para mitra, satuan pendidikan, masyarakat, pemangku kepentingan lainnya tentang pentingnya penerapan Sekolah Sehat dengan berfokus pada Sehat Bergizi, Sehat Fisik dan Sehat Imunisasi di satuan pendidikan.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Kabupaten Simalungun Sudiahman Saragih dalam laporannya menyampaikan, pelaksanaan Gebyar Sekolah Sehat di Kabupaten Simalungun diisi dengan melakukan kegiatan senam sehat bersama, sarapan sehat bersama, pemberikan vitamin Penambah Darah dan obat cacing.
Menurut Sudiahman, peserta Gebyar Sekolah Sehat ini terdiri dari pendidik dan peserta didik mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA se-Kabupaten Simalungun dengan jumlah peserta sebanyak 1.500 orang.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda PAUD Simalungun memberikan vitamin tambah darah kepada para siswa dan mengikuti layanan kesehatan serta berdialog dengan salah satu anak PAUD dalam rangka memberikan motivasi agar selalu menjaga kebersihan dan giat belajar.(AS/ Susan)









