Nawasenanews.com – Simalungun | Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga SH MH berharap peringatan Hari Anak Nasional bukan sekedar acara serimonial saja dan bukan tujuan akhir, namun Implementasi Pemenuhan dan Perlindungan Anak harus menjadi tujuan dari pemerintah dan masyarakat.
Demikian ditekankan Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga SH MH dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Ramadhani Purba saat menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-39 Tahun 2023 di Kabupaten Simalungun yang dipusatkan di Lapangan Bolakaki Sei Mangke Kecamatan Bosar Maligas, Simalungun, Sumut, Rabu (23/8/2023).
” Saya berharap peringatan Hari Anak Nasional bukan sekedar acara serimonial saja dan bukan tujuan akhir, namun Implementasi Pemenuhan dan Perlindungan Anak harus menjadi tujuan dari pemerintah dan masyarakat,” sebut Bupati dalam pidato tertulisnya.
Disampaikan juga bahwa anak adalah amanah yang perlu dilindungi dan dipenuhi haknya sesuai prinsip hak anak non diskriminasi, kepentingan terbaik bagi hidup tumbuh kembang anak, partisipasi dan suara anak
Disebutkan Bupati pula, tujuan penyelenggaraan HAN sebagai bentuk penghormatan perlindungan dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa serta sebagai amanat UU No. 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak.
“Melalui kegiatan ini saya meminta kepada kita yang hadir, baik OPD, Lembaga masyarakat, dunia usaha dan media untuk saling mendukung dan melengkapi serta bersinergi demi kepentingan terbaik bagi anak di Kabupaten Simalungun,” kata Bupati.
Sementara itu, Bunda PAUD Simalungun Ratnawati Radiapoh Hasiholan Sinaga dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kualitas pendidikan anak anak di Simalungun merupakan tanggung jawab bersama.
Menurut Ratnawati, orang tua memiliki peran yang penting dalam kualitas pendidikan anak.
“Kita tidak bisa memberikan semua tanggung jawab ini kepada guru saja, tapi harus ada peran penting kita sebagai orang tua dalam mendidik dan memberikan kualitas yang baik untuk anak-anak kita,”katanya.
Selanjutnya Ratnawati menyampaikan, apa yang menjadi kebutuhan anak adalah kewajiban orang tua, termasuk gizi dan tumbuh kembang anak.
“Kita sebagai orang tua, juga tidak boleh banyak menuntut anak itu lebih baik kalau gizinya saja pun kita tidak penuhi,”ujarnya.
Ratnawati berpesan kepada para Guru dan orang tua agar melakukan atau membuat program pertemuan antara Guru dan orang tua agar bisa melihat tumbuh kembangnya pendidikan anak-anak.
“Kepada ibu dan bapak Guru agar memberikan perhatian kepada setiap murid dan tidak boleh membeda bedakan siapa anak itu,”kata Ratnawati.
“Kepala sekolah juga punya peran penting dalam lingkungan sekolah bagaimana lingkungan itu nyaman aman bagi anak didik kita terlebih kebersihan lingkungan sekolah itu,”pinta Ratnawati.
Diakhir sambutannya, Ratnawati menyampaikan, agar anak menjadi anak anak yang baik, dan yang harus dilakukan sebagai orang tua adalah memberikan perhatian.
Sebelumnya, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sri Wahyuni dalam laporannya menyampaikan, kegiatan HAN Ke-39 Tahun 2023 dirangkai dengan kegiatan lomba mewarnai tingkat PAUD, melukis tingkat SD dan Pidato tingkat SMP yang dilaksanakan pada 14 Agustus 2023 di Balai Harungguan Djabanten Damanik.
“Pada hari ini kita memperingati puncak Hari Anak Nasional ke 39 di Sei Mangkei yang bertujuan untuk peningkatan peranan pelopor, dan pelopor menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak,”kata Sri Wahyuni.
Selain itu, Sri Wahyuni mengatakan, Peringatan HAN juga dalam rangka penciptaan ruang berkualitas, peningkatan pengasuhan keluarga dalam upaya pencegahan kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, pemberian edukasi bagi orang tua ataupun anak mengenai pencegahan perkawinan anak.
Dalam kesempatan itu, Bunda PAUD secara simbolik memberikan Kartu Identitas Anak (KIA) yang di keluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Simalungun.
Tercatat, KIA yang sudah di cetak oleh Disdukcapil dan akan di bagikan sebanyak 153 lembar KIA. Bagi masyarakat Simalungun yang memiliki anak, untuk memperoleh KIA wajib melampirkan Akte Kelahiran.
Selanjutnya sebanyak 50 orang anak diajak ke Pabrik Aice yang berlokasi di KEK Sei Mangkei untuk melihat bagaimana proses pembuatan ice creme.(AS)
Editor : Susan









