Nawasenanews.com, Simalungun –
Personel Polsek Bangun Polres Simalungun menunjukkan kinerja yang cepat dan profesional dalam menangani kasus penemuan mayat di Simpang Rambung Merah, Jalan H. Ulakma Sinaga (depan SMP Negeri 2 Siantar), Nagori Pamatang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Kejadian pada Selasa, 18 November 2025, sekitar pukul 06.30 WIB, ini langsung ditangani secara cepat dan terkoordinasi oleh jajaran Polsek Bangun.
Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Selasa, 18 November 2025, sekitar pukul 18.40 WIB, memaparkan kronologi penemuan mayat tersebut. “Pada hari Selasa, 18 November 2025, sekitar pukul 05.30 WIB, seorang saksi bernama Fitri (42), pemilik warung yang beralamat di Jalan Sitalasari Nomor 61, Nagori Pamatang Simalungun, terkejut saat akan membuka warungnya. Ia melihat seorang laki-laki tergeletak di kiosnya,” jelas Verry Purba.
Menurut Verry Purba, korban yang ditemukan meninggal dunia adalah Tonijen (48), seorang wiraswasta yang beralamat di Dusun IV Paya Geli, Kelurahan Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. “Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di lokasi tersebut,” ungkapnya.
Verry Purba menjelaskan bahwa setelah menemukan mayat, saksi Fitri langsung memanggil Babinsa Nagori Pamatang Simalungun, Edward Damanik (40). “Babinsa kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas, Aipda Lambas BM Simamora. Selanjutnya, Bhabinkamtibmas melaporkan kejadian ini kepada Kapolsek Bangun,” ujarnya mengenai alur pelaporan yang cepat dan terstruktur.
Setelah menerima laporan, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bangun, AKP Radiaman Simarmata, langsung memerintahkan personel piket untuk menuju tempat kejadian perkara (TKP). “Kapolsek Bangun juga segera menghubungi Tim Identifikasi (INAFIS) Polres Simalungun dan Tim Medis dari Puskesmas Rambung Merah untuk bersama-sama berangkat ke TKP. Hal ini menunjukkan kecepatan reaksi dan koordinasi yang baik dari jajaran Polsek Bangun,” kata Verry Purba.
Verry Purba menambahkan bahwa Tim INAFIS Polres Simalungun bersama personel Polsek Bangun langsung melakukan pemeriksaan dan olah TKP secara menyeluruh. “Tim medis dari Puskesmas Rambung Merah yang dipimpin oleh Kepala Puskesmas, Dr. Sonang Br Saragih, juga melakukan visum et repertum luar terhadap jenazah korban,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil olah TKP yang dilakukan personel Polsek Bangun, Tim INAFIS Polres Simalungun, dan visum luar oleh Dr. Sonang Br Saragih, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban sehingga kasus ini dikategorikan sebagai penemuan mayat nonpidana,” jelas Verry Purba.
Verry Purba juga menyampaikan bahwa pihak keluarga korban belum dapat dihubungi saat penemuan. “Atas terjadinya peristiwa tersebut, pihak keluarga belum dapat dihubungi. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSUD Djasamen Saragih untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.
Dalam penanganan kasus ini, personel Polsek Bangun melakukan berbagai tindakan kepolisian secara profesional dan terkoordinasi. “Tindakan kepolisian yang dilakukan meliputi pemeriksaan dan olah TKP bersama Tim INAFIS Polres Simalungun, kerja sama dengan tim medis Puskesmas Rambung Merah untuk melakukan visum luar, pencatatan keterangan saksi, koordinasi dengan Camat Siantar dan Pangulu Nagori Pamatang Simalungun, serta pelaporan kepada pimpinan,” rinci Verry Purba.
Verry Purba menyebutkan personel yang terlibat dalam penanganan kasus ini, antara lain Kapolsek Bangun AKP Radiaman Simarmata, Kanit Reskrim Ipda Sugeng Suratman, Kanit Intelkam Aiptu Ipran Suheri Saragih, Kanit Samapta Jafet Panjaitan, Aipda Arfi Azrai, Aipda Sujid, Aipda Indo R Siahaan, Aipda Lambas BM Simamora, dan Bripka Jelleno Sabar Hutagaol.
“Kasus ini telah dilaporkan dengan Laporan Polisi Model A Nomor 12/XI/2025/SPKT tanggal 18 November 2025 dengan kategori nonpidana. Dalam kejadian ini tidak ada kerugian materiil yang ditimbulkan,” kata Verry Purba.
“Kecepatan reaksi dan profesionalisme personel Polsek Bangun dalam menangani kasus ini patut diapresiasi. Koordinasi yang baik antara Polsek Bangun, Tim INAFIS, tim medis, dan pemerintah setempat menunjukkan kinerja Polri yang responsif dalam melayani masyarakat,” pungkas Verry Purba menutup keterangannya. (Rls/*)
Editor: Susan









