Nawasenanews.com – Pematang Siantar | Kuliah bukanlah rintangan untuk menekuni hobi sebagai konten kreator. Selain mengasyikkan, konten kreator ternyata bisa menghasilkan prestasi. Hal ini menjadi bagian dari perjalanan kehidupan Rahel Situmorang.
Saat ini gadis cantik kelahiran 14 Oktober 2001 di Panombean Pane Kabupaten Simalungun tersebut, kegiatan utamanya sebagai mahasiswi yang sedang menjalani pendidikan di jenjang Strata Satu (S1) di salah satu universitas terbesar di Kota Pematang Siantar ini.
Menurut Rahel, statusnya sebagai mahasiswi tak menghalangi dunia konten kreator yang kini telah ditekuni. Terbukti, dari konten konten yang diunggahnya menghasilkan 71 ribu followers di Instagram dan 14 ribu Subscriber di YouTube.
Dengan kegigihannya kuliah sambil menekuni menjadi konten kreator di Kota Pematang Siantar, Rahel mampu meraih berbagai event besar yang berada di berbagai kota dan kabupaten di Sumatera Utara.
Salah satu event yang pernah diraihnya, menyabet peringkat ketiga di Pelestarian budaya Batak yang dilaksanakan oleh DEL FM Radio yang diikuti oleh beberapa konten kreator yang ada 8 kabupaten di Sumatera.
Keberhasilan merebut posisi 3 besar Rahel Situmorang karena mengangkat budaya Batak tentang ulos.

Ulos, sebut Rahel, diketahui bersama telah menjadi salah satu kain warisan Indonesia yang berasal dan dikembangkan oleh masyarakat Batak, Sumatera Utara. Kain tradisional ulos wajib dipakai masyarakat Batak ketika menghadapi adat budaya Batak yang bersifat acara penting bersama keluarga.
” Kehidupan kita sebagai orang Batak sangat erat kaitannya dengan ulos.Ulos menjadi simbol bermakna dari setiap sesi acara acara bagi orang Batak. Mulai dari hal kelahiran, pernikahan hingga kematian, ulos adalah bagian terbesar dari hidup kami,” jelas Rahel Situmorang seorang konten kreator kepada media ini,Sabtu (10/6/2023).
Meskipun ulos berasal dari tanah Batak sendiri, menurut Rahel penting adanya peran masyarakat lokal serta kolaborasi luas untuk lebih melestarikan ulos agar tetap terdepan dikenal dunia,seperti event “Pelestarian Budaya Batak” yang telah terselenggara di Balige.
“Pada event Pelestarian Budaya Batak yang digelar 2 Mei 2023 lalu itu, saya berhasil meraih juara 3, dan masih mengangkat ulos sebagai warisan Budaya Batak agar budaya Batak semakin mendunia dan diketahui banyak orang, ” tutur Rahel.
Rahel Situmorang juga mengharapkan untuk generasi milenial agar dapat menjaga dan melestarikan budaya Batak di khalayak ramai sehingga semakin banyak orang yang mengetahui budaya Batak, khususnya mengetahui ulos sebagai kain yang selalu digunakan orang Batak.
” Baru baru ini saya berhasil merebut peringkat pertama di event yang diselenggarakan oleh program studi (Prodi) PGSD Universitas HKBP Nommensen Kota Pematang Siantar. Sebenarnya banyak event event lain yang sudah saya ikuti di sekitar Sumatera Utara, dan beberapa event yang saya sudah ikut berpartisipasi di dalamnya, tidak membuat saya berpuas diri, tetapi menjadi motivasi bagi diri saya untuk semakin giat meningkatkan prestasi di bidang konten kreator sehingga dapat memberikan manfaat, informasi serta pembelajaran bagi orang banyak,” tutup Rahel Situmorang.
Editor : Susan









