Nawasenanews.com – Respon cepat Polres Simalungun melalui Polsek Bangun berhasil menyelamatkan korban dan mengamankan lokasi kejadian kebakaran yang menghanguskan sebuah bengkel motor di Jalan Asahan KM 8. Dalam hitungan menit setelah menerima laporan, Kapolsek beserta anggota tiba di lokasi untuk membantu pemadaman dan evakuasi.
Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, yang dikonfirmasi pada Kamis malam (4/12/2025) sekitar pukul 19.20 WIB, menekankan pentingnya kecepatan respon petugas. “Tim Polsek Bangun langsung bergerak begitu menerima informasi dari masyarakat. Ini menunjukkan komitmen kami untuk selalu siap melayani dan melindungi,” ujarnya.
Kebakaran terjadi pada Kamis sore, 4 Desember 2025, sekitar pukul 14.50 WIB. Lokasinya di rumah sekaligus bengkel milik Fatimah Aritonang (68 tahun) di Jalan Asahan KM 8, Nagori Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Bengkel yang dikenal dengan sebutan “Bengkel Lobang Sampah” itu langsung dilalap api dalam waktu singkat.
Kapolsek Bangun, AKP Radiaman Simarmata, menjelaskan kronologi kejadian yang bermula dari aktivitas perbaikan motor. “Saat kejadian, Wahyu Sadewa (19 tahun), anak kandung pemilik rumah, sedang memperbaiki sepeda motor jenis RX King. BBM pertalite dari tangki motor dipindahkan ke dalam ember,” ungkapnya.
Tragedi terjadi saat seorang konsumen datang membeli korek api. “Wahyu masuk ke dalam rumah untuk melayani pembeli. Saat itu, minyak dalam ember tumpah ke tanah melalui selang. Di saat bersamaan, Rahmat Saputra Siregar (48 tahun) sedang menambal ban menggunakan tungku api,” kata Kapolsek.
Api dari tungku tambal ban kemudian menyambar pertalite yang tumpah. “Rahmat langsung panik dan secara spontan mencampakkan tungku. Akibatnya, api langsung membesar dan dengan cepat membakar rumah beserta isinya,” jelas Radiaman Simarmata.
Saksi mata, Weslitius Gurning (25 tahun), menceritakan betapa cepatnya api menjalar. “Dalam hitungan menit, api sudah membakar seluruh bangunan. Kami semua berusaha membantu, tetapi apinya terlalu besar,” ungkapnya.
Polsek Bangun menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 15.00 WIB, hanya 10 menit setelah kebakaran. “Begitu menerima laporan, saya bersama tim langsung berangkat. Sesampainya di lokasi sekitar pukul 15.10 WIB, api masih membakar rumah dengan hebat,” kata Kapolsek.
Tim Polsek Bangun yang terdiri dari Aiptu Ipran Saragih, Aiptu Agusanta Ginting, Aipda Franky Manurung, dan Aipda Indo Siahaan segera mengambil tindakan. “Kami langsung menghubungi pemadam kebakaran, mengevakuasi warga sekitar, dan mengamankan area agar api tidak menjalar ke rumah lain,” ucap salah satu anggota.
Pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 15.20 WIB dengan membawa 2 unit damkar milik Pemkot Pematang Siantar dan 2 unit damkar milik Pemkab Simalungun. “Dengan kerja sama yang solid antara kepolisian, damkar, dan masyarakat, api berhasil dipadamkan pada pukul 15.50 WIB,” kata Kapolsek.
Kebakaran ini menimbulkan kerugian material cukup besar. Selain bangunan rumah dan bengkel, ikut terbakar 1 unit motor Honda CBR tanpa plat, 1 unit Honda Beat, 1 unit Suzuki Shogun tanpa plat, serta 1 unit kompresor dan genset. “Total kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta,” ungkap Kapolsek.
Korban kebakaran, Rahmat Saputra Siregar, mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kaki serta trauma psikologis. “Korban sudah dievakuasi dan mendapat penanganan medis. Kondisinya stabil meskipun masih syok,” kata Kapolsek.
Setelah api padam, tim Polsek Bangun segera memasang police line untuk mengamankan TKP. “Kami langsung mengamankan lokasi, mencari barang bukti, dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Ini prosedur standar untuk penyelidikan,” ucap Aiptu Ipran Saragih.
Barang bukti yang diamankan adalah 1 unit tungku tambal ban bekas terbakar yang diduga menjadi sumber api. “Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga disebabkan rembesan pertalite dari sepeda motor, sedangkan sumber api diduga dari tungku tambal ban,” kata Kapolsek.
Laporan Polisi dengan nomor LP/A/15/XII/2025/SPKT/Polsek Bangun telah dibuat oleh pelapor Robert Sirait, petugas Polsek Bangun, pada pukul 15.10 WIB. “Kami sudah melaporkan kejadian ini ke atasan dan akan melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti,” ungkap Kapolsek.
Kapolsek Bangun mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan bahan bakar. “Kejadian ini mengingatkan kita semua untuk selalu waspada saat bekerja dengan BBM dan api. Jangan pernah lengah karena akibatnya bisa fatal,” pungkas AKP Radiaman Simarmata.
Editor: Susan









