Nawasenanews.com, Medan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan bergerak cepat merespons pemberitaan mengenai dugaan aktivitas penipuan online yang dilakukan dari dalam lapas. Pihak pengamanan langsung menggelar razia besar-besaran di blok hunian dan memperkuat sistem pengawasan internal untuk memastikan tidak ada ruang bagi pelanggaran.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) memimpin langsung razia di Blok Pengamanan Khusus pada Minggu (8/3/2026) malam. Dalam operasi yang berlangsung dari pukul 21.30 hingga 23.05 WIB tersebut, petugas menyisir seluruh kamar hunian dan memeriksa badan warga binaan secara bergantian.
Hasilnya, petugas menyita sejumlah barang terlarang, antara lain dua unit korek api, satu unit obeng, dua gulung benang, dan beberapa botol plastik bekas air mineral. Seluruh barang tersebut langsung diamankan untuk dimusnahkan sesuai prosedur.
“Kami tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran, baik yang dilakukan warga binaan maupun pihak lain yang mencoba memanfaatkan situasi di dalam lapas. Setiap informasi yang berkembang di masyarakat akan kami tindaklanjuti secara serius,” tegas Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, Senin (9/3/2026).
Sepanjang Maret 2026, Lapas Kelas I Medan tercatat telah melakukan empat kali penggeledahan menyeluruh, masing-masing pada tanggal 3, 4, 6, dan 7 Maret. Langkah ini merupakan bagian dari deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban.
Tak hanya razia, pihak lapas juga menggelar tes urine terhadap 105 warga binaan pada 5 Maret 2026. Didampingi personel Polsek Medan Helvetia, seluruh sampel dinyatakan negatif narkoba.
Sebagai langkah mitigasi, sebanyak 50 warga binaan dipindahkan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan lain pada 3 Maret 2026. Beberapa warga binaan dengan tingkat risiko tinggi juga ditempatkan di Blok Pengamanan Khusus guna pengawasan lebih intensif.
Fonika menambahkan, jajarannya terus memperkuat pengawasan internal sebagai komitmen mendukung program pemberantasan HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba) di lingkungan pemasyarakatan. Sinergi dengan aparat penegak hukum juga ditingkatkan untuk menjaga kondusivitas Lapas Kelas I Medan. (Agus)









