Wali Kota Pematangsiantar Canangkan Intervensi Serentak Cegah Stunting 

- Penulis

Senin, 10 Juni 2024 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Pematangsiantar foto bersama seorang anak yang diberi makanan tambahan pada acara pencanangan intervensi stunting di Kelurahan Sigulang- gulang,Siantar Utara.(Nawasenanews/ Ist)

Wali Kota Pematangsiantar foto bersama seorang anak yang diberi makanan tambahan pada acara pencanangan intervensi stunting di Kelurahan Sigulang- gulang,Siantar Utara.(Nawasenanews/ Ist)

Nawasenanews.com -Pematangsiantar | Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani SpA mencanangkan Intervensi Serentak Cegah Stunting. Pencanangan Intervensi Serentak Cegah Stunting Kota Pematangsiantar yang berlangsung di Posyandu A/1/03 Jalan Bah Lias Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Sianțar Utara, Senin (10/06/2024) pagi.

Turut hadir, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan Dra Happy Oikumenis Daely, Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Hasudungan Hutajulu SH, Kadis Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Pardomuan Nasution SS MSP, Kadis Pendidikan Muhammad Hamdani Lubis SH, Kepala Bappeda Dedy Idris Harahap STP MAP, mewakili Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar, Ketua TP PKK Kecamatan Siantar Utara, Kepala Puskesmas Martoba, Lurah Sigulang-gulang, Tim Pendamping Keluarga Kecamatan Sianțar Utara, kader Posyandu, dan lansia.

dr Susanti dalam arahan dan bimbingannya menyampaikan, angka prevalensi Stunting di Kota Pematangsiantar tahun 2023 yakni 7,7 persen. Artinya, dari 100 anak ada 7-8 orang yang mengalami Stunting. Sedangkan angka prevalensi Stunting Provinsi Sumatera Utara (Sumur) 18,9 persen dan angka Stunting nasional 21,5 persen. dr Susanti pun berharap angka Stunting di Kota Pematangsiantar bisa terus menurun.

“Dengan angka Stunting lebih baik dibandingkan angka tingkat provinsi dan nasional, kita tetap tidak boleh lengah. Mengingat Pematangsiantar merupakan kota strategis dinamika penduduk bisa naik turun, termasuk angka Stunting. Sehingga perlu kewaspadaan dan perhatian,” kata dr Susanti.

Menurut dr Susanti, Stunting merupakan kondisi tinggi badan anak tidak sesuai usia.

Bisa saja sekarang masih lincah dan sehat, namun di kemudian hari bisa kurang cerdas.

“Ini yang ditakutkan, akademis tertinggal dan sering sakit. Dampaknya tidak sekarang, tapi ke depan. Jika tidak diambil tindakan sekarang, kita tidak dapat akan mendapatkan bonus demografi secara positif,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr Susanti mengucapkan terima kasih kepada Kader Posyandu yang telah mendapatkan pelatihan beberapa waktu lalu.

“Ikut pelatihan, bertambah tambah ilmu untuk masyarakat. Jika kita bermanfaat bagi orang lain, kita akan tambah bahagia. Karena hidup harus bermanfaat bagi orang lain,” sebutnya.

Untuk mempercepat penurunan angka Stunting, lanjut dr Susanti, harus dilakukan perbaikan seluruh aspek. Seperti kondisi ekonomi orang tua, akses kesehatan, dan juga penerimaan bantuan sosial (bansos).

Baca Juga:  Wali Kota Pematangsiantar Melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) Stok dan Harga Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 

“Jika semua bersinergi, berkoordinasi, dan bekerja sama, termasuk OPD terkait, kita bisa bersemangat mengentaskan Stunting. Sehingga kehidupan masyarakat akan lebih baik,” jelas dr Susanti.

Ditambahkan dr Susanti, data penerima bansos harus mengikuti fakta di masyarakat. Jika ada yang tidak sesuai, bisa memohon perbaikan data ke Kementerian Sosial (Kemensos). Sehingga datanya benar-benar ril.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Pematangsianțar drg Irma Suryani MKM dalam laporannya menyampaikan, angka prevalensi di Indonesia cukup tinggi. Jika tidak diatasi, akan memengaruhi kinerja pembangunan Indonesia. Katanya, butuh koordinasi antar sektor, dengan melibatkan pemangku kepentingan, dunia usaha, dan lainnya.

Program pemerintah, sambungnya, target angka Stunting nasional bisa diturunkan hingga 14 persen. Sedangkan angka Stunting Kota Pematangsiantar sudah di angka 7,7 persen.

“Keberhasilan Kota Pematangsiantar ini menunjang capaian nasional. Ke depan, agar dapat kita turunkan lebih baik lagi sehingga anak-anak dapat menyongsong masa depan lebih baik,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, lanjutnya, telah melaksanakan rangkaian kegiatan Intervensi Serentak Penurunan Stunting, seperti workshop bagi 1.240 Kader Posyandu pada 20-31 Mei 2024. Dilanjutkan pengukuran bagi ibu hamil dan balita sejak Selasa (04/06/2024) lalu.

“Melalui pengukuran, kita bisa melihat situasi dan kondisi ibu hamil dan balita,” tukasnya.

“Dengan dukungan Ibu Wali Kota, Intervensi Serentak Penurunan Stunting dapat terlaksana dengan baik dan kita harapkan capaiannya 100 persen,” sambung Irma.

Sebelumnya, Camat Sianțar Utara Marlon Brando Sitorus SSTP MSi mengucapkan selamat datang kepada dr Susanti dan rombongan. Ia mendoakan dr Susanti tetap sehat demi melaksanakan program yang lebih baik agar mewujudkan Pematangsiantar Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas.

Marlon juga mengucapkan terima kasih atas atensi kader Posyandu yang telah mempersiapkan acara tersebut.

“Bu wali tetap sehat untuk melaksanakan program yang lebih baik. Demi Siantar sehat, sejahtera, dan berkualitas,” katanya.

Acara dilanjutkan dengan peninjauan Posyandu Intervensi Serentak Cegah Stunting di lokasi tersebut. Dilanjutkan mengikuti Pencanangan Intervensi Serentak Cegah Stunting Provinsi Sumut bersama Pj Gubernur Sumut Hassanudin langsung dari Kabupaten Langkat, melalui zoom meeting.(MS)

Follow WhatsApp Channel nawasenanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Wesly Terima Audiensi Pemimpin Gereja di Kota Pematangsiantar
Polsek Sianțar Utara Tinjut Laporan Call Center 110, Cek Dugaan Percobaan Pencurian
Polres Pematangsiantar Respon Cepat Cek Laporan Keributan di Jalan Ahmad Yani
Polsek Siantar Martoba Hadiri Pemberian Bantuan Sembako kepada Petugas Kebersihan
Pastikan Kesiapan Personil, Pamatwil Polres Pematangsiantar cek di Pos Pam 1 Sigagak
Warga Pematangsiantar Desak Pemeriksaan Rutin Daging Babi, Dinas Pangan Tak Kunjung Respons
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi Gelar Buka Puasa Bersama BKM dan Ormas Islam, Perkuat Silaturahmi di Ramadan
Wali Kota Pematangsiantar bersama Forkopimda Kunjungi Pos Pengamanan Empat Pos Pam dan Pos Pelayanan Hari Raya Idul Fitri 
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:35 WIB

Wali Kota Wesly Terima Audiensi Pemimpin Gereja di Kota Pematangsiantar

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:34 WIB

Polsek Sianțar Utara Tinjut Laporan Call Center 110, Cek Dugaan Percobaan Pencurian

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:30 WIB

Polres Pematangsiantar Respon Cepat Cek Laporan Keributan di Jalan Ahmad Yani

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:27 WIB

Polsek Siantar Martoba Hadiri Pemberian Bantuan Sembako kepada Petugas Kebersihan

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:22 WIB

Pastikan Kesiapan Personil, Pamatwil Polres Pematangsiantar cek di Pos Pam 1 Sigagak

Berita Terbaru

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi saat menerima cenderamata dari RE Nainggolan selaku ketua Majelis Pendidikan Kristen.( Nawasenanews/ Ist)

Pematangsiantar

Wali Kota Wesly Terima Audiensi Pemimpin Gereja di Kota Pematangsiantar

Jumat, 27 Mar 2026 - 18:35 WIB